Membaca review pendek Mbak Mariana yang berjudul Mereview Buku 100 Renungan Populer Sepanjang Masa, aku merasa dijanjikan sesuatu di paragraph pertama. Kalimat pembukanya sudah cantik dengan menyiratkan latar bacaan penulis. Sedikit banyak ini membantu kita memahami mengapa penulis memilih buku 100 Renungan tersebut sebagai bahan review.

Namun, meluncur ke paragraph kedua, mulai muncul kesalahan teknis penulisan. Diantaranya typo, dan penempatan koma yang kurang, atau jarak setelah tanda titik sebelum memulai awal kalimat. Tanda hubung ‘Tapi’ di paragraph ketiga juga sebenarnya mubadzir mengingat tidak ada kontradiksi nyata dengan paragraph sebelumnya. Mungkin jika ingin diberi tanda hubung, yang lebih tepat adalah ‘sayangnya’ atau ‘sayang sekali’.

Bagusnya, di akhir tulisan penulis mencantumkan judul, nama pengarang, penerbit, dan kapan pertama terbit. Seandainya ditambahi dengan ukuran buku dan jumlah halaman, atau hal ini secara tersurat dimasukkan di dalam paragraf, pasti akan menghasilkan gambaran yang lebih menyeluruh terhadap buku tersebut.

 

Apapun itu, teruslah menulis dan membaca, karena itu akan menerangi dunia kita.

 

Tanah Baru, 9 Juli 2020