Yang lagi banyak diposting di medsos akhir-akhir ini, sebagai efek #dirumahaja, adalah passblablablachallenge. Bagi crafter, yang dioper tentu bukan panci atau brush untuk make up. Melainkan gunting, benang, kain, dll.
Nah, kapan hari salah satu komunitasku mau bikin juga. Menawarkan diri untuk mengolah kolase video teman-teman nantinya, aku uji coba dulu dengan diriku sendiri dunk.. Maka jadilah video #passXchallenge by myself ini. Xixixi

Nah, sebelum proses editing, yang kita lakukan pertama tentu adalah perekaman. Sebelum merekam, lebih awal lagi adalah ide, didedah menjadi storyboard, dan diurutkan berdasarkan timelinenya. Boleh juga kita pakai istilah skenario.

Berikut ini adalah langkah-langkah yang aku, Bue Ayaran ambil dalam proses pembuatan video challenge.  Proses dari ide sampai jadi membutuhkan waktu sekitar 3 jam. Terdiri atas 5 scenes.

IDE/TEMA: Apa saja yang bisa dibuat/dilakukan seorang crafter saat harus social distancing seperti sekarang ini.

Tentukan 5 project:

  1. Membuat ecoprint di kulit
  2. Mengolah ecoprint kulit jadi tas/purse/pouch
  3. Mengolah perca sisa jadi sesuatu yang lebih simple (rosebud, bunga satin, dll)
  4. Membuat tutorial atau draft buku kerajinan tangan
  5. Membuat salah satu project yang ada di buku.

Sebenarnya aku juga ingin memasukkan tutorial dalam bentuk video seperti di channel youtube bit.ly/ayaranyoutube . Tapi krn lebih simple kutunjukkan dalam bentuk fisik, maka buku untuk point 4 adalah yang paling pas dan mudah menggambarkannya

Yang jadi pertanyaan kemudian, apa yang mau di-pass dari masing-masing challenge tsb?

Karena projectnya menyesuaikan sub tema, maka ketemulah gunting cekris, meteran, buku dsb. Pertanyaan selanjutnya, bagaimana agar tiap2 frame bisa selaras? Benang merahnya adalah selain barang yang diangsurkan, adalah arah penyerahan barang. Dari depan? Kanan? Kiri?

Dari sana, aku buatkan 5 kartu dari secarik kertas berisi apa saja barang yang perlu disiapkan, apa yang mau diterima dan diangsurkan, serta arahnya. Kelar pengambilan gambar yang masing-masing nggak sampai 5 menit, video pun siap diolah. Sempat terjadi insiden saat aku melempar meteran. Terkena dahi Yasmin yang kuminta merekam. Ngambek deh dia. Hehe. Tapi begitu lihat hasilnya, dia yang paling senang. Alhamdulillah.

Biar cepat, barang yang kupakai sudah ready semua, termasuk buku bag makingku Tas Handmade 1 dan 2. Dan ngeditnya pakai kinemaster via hape. Karena masa subscription udah habis dan aku belum isi gopay buat bayar langganan lagi, watermarknya muncul deh. Rapopo… sekali2 pakai yang gratisan. Hehe.

So, begitulah kira2 di belakang layar pembuatan video #passprojectschallenge by Bue Ayaran. Ada yang mau bikin juga? 😉

Tanah Baru, 6 Mei 2020